"Biarkan aku melankolis
Biarkan aku menggalau
Karna tak pernah kau biarkan rasa ini menjamah mu
Karna kau tak pernah biarkan dirimu menemukanku"
"Jangan pernah mencoba mengerti betapa sakitnya aku mencintaimu
Biarkan aku menuai luka atas cintaku kepadamu
Tapi, cobalah mengerti betapa rasa cinta ini selalu lebih besar dari sakit yg ku dapat, betapa luka itu seperti oksigen ditengah hamparan karbon dioksida"
"Dan terkadang ku bagaikan padi yg di sejukan oleh embun, semakin banyak embun semakin menyegarkan. Tapi tidak bagiku, semakin banyak ku tuang rasa pada mu, malah semakin besar tekanan yg kudapatkan"
"Mengapa ku slalu patah dan butuh bertahun untuk sekedar menyamarkannya. Mengapa kau tak pernah sepertiku, mencinta penuh harap"
"Kita bertemu adalah suatu suratan takdir.
kau dengan dia adalah jalanNya.
Ku mencintaimu, adalah kebodohanku."
"Terkadang akupun mencari keramaian untuk mencuri senyum"
"Mungkin akan ku kumasukan kedalam doaku, bisakah ku mencintai orang yg orang lain juga tak menaruh cinta padanya"
"Bukan ku meratap pada nasib, bukan ku tak menerima hidupku, bukan ku mencaci jalanku.
Tapi ku hanya tak ingin melihat kau berhenti tersenyum walau dengan dia.
Tak ingin melihat kau berlinang duka walau dia tenangkan.
Hanya saja, bisakah senyum dan duka mu kita bagi berdua."
"Biarkan cinta ini mengalir, walau salah membasahi lautan cinta seseorang"
"Senyummu selalu ada di pikiranku.
Menjalin cinta dengan mu selalu ada dalam imajinasiku.
Bersamamu slalu ada dalam khayalku.
Bersanding denganmu hanya ada dalam mimpiku.
Tapi kau dan dia ada dalam kenyataanku"
"Dan aku, mengambil senyumanmu lagi mencuri tawa dari dia yg bersamamu. Entah sudah berapa lama aku melakukannya, melakukan hal yg sebenarnya tidak seharusnya kulakukan. Sebagai seseorang yg mengenalmu, sebagai seorang yg selalu bersama, walau hanya tugas dan jam kuliah yg kadang mempertemukan kita."
"Haruskah ku tuang dalam sajak2 untuk ungkapkan betapa cinta ini tak berbalas"
"Tidak ada yg jahat dalam cerita ini
Tidak ada yg salah dengan alur cinta ini
tapi satu yg ku sadari ku salah masuk ke dalam jalan cerita cinta orang lain."
"Kadang aku berfikir
Sajak apa yg tepat untuk menggambarkan perasaanku terhadap kau yg bersama dia."
Oh pernahkah kau mengerti kalau semua itu tertuju padamu?
Dari pinggiran kota Soppeng, pikiran ku menerawang jauh ditengah kedamaian hamparan padi di gubuk pak petani.
Soppeng, 12-04-2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar